KETIMPANGAN DANA DAN PEMBIAYAAN DALAM NEGERI, HARUSKAH DIPENUHI DENGAN HUTANG LUAR NEGERI ?
Pengarang
Edy Rahmantyo Tarsilohadi
Tahun
2005
LATAR BELAKANG
Berakhimya perang dunia kedua, membawa dampak perubahan perekonomian dunia yang besar, dengan muncul dan bangkitnya negara-negara industri serta berdiriya negara merdeka yang baru. Semua negara melakukan pembangunan perekonomiannya, perdagangan internasional berkembang pesat, diikuti dengan mobilitas modal intemasional yang semakin tinggi dan luas.
Pembangunan ekonomi yang ambisius dengan pembiayaan dari bantuan ataupun Hutang Luar Negeri, tanpa pengalaman perencanaan yang matang, telah membuahkan hasil yang semakin jauh dari tujuan yang diharapkan. Tetapi langkah yang telah dilakukan, program pembangunan ekonomi dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tanpa mempertimbangkan kemampuan pendanaan dalam negeri, sehingga berlanjut pula ketergantungan mereka dengan Hutang Luar Negeri.
MASALAH
Pada saat ini, masalah hutang tidak hanya dilakukan oleh Negara miskin, tetapi juga melanda Negara maju. Sungguhpun transmisinya berbeda, tetapi alasan pertama dan dampak akhirnya antara Negara maju dan miskin adalah sama. Alasan dilakukannya hutang adalah untuk menutup defisit anggaran atau untuk memenuhi kesenjangan investasi dan tabungan dalam negeri. Namun dampak akirnya adalah keterpurukan perekonomian. Sebenarnya yang paling menderita dari krisis ini adalah rakyat kecil.
TUJUAN
Penelitian ini berusaha mengungkap secara sederhana hubungan hutang luar negeri terhadap Pendapatan Domestik Bruto serta Kurs rupiah terhadap dollar US.
METODELOGI PENELITIAN
Sumber data penelitian ini: Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia dari Bank Indonesiaa, yaitu data Pendapatan Nasional Bruto (PDB) dan Pinjaman Luar Negeri (HLN) Indonesia serta Kurs Rupiah terhadap dollar AS dari 1970 s/d 2003.
Analisis data:
1.Pengujian Stasioneritas terhadap variable Hutang Luar Negeri, PDB dan Kurs.
2.Pengujian Kointegrasi antara variable HLN dan PDB, serta antara variable HLN dan Kurs.
3.Pengujian Kausalitas Final Prediction Error antara variable HLN dan Kurs
HASIL PENELITIAN
Hasil pengujian kausalitas antara Hutang Luar Negeri dan PDB terdapat hubungan dua arah, yaitu Hutang Luar Negeri berpengaruh terhadap PDB dan sebaliknya PDB berpengaruh pada Hutang Luar Negeri. Artinya dana pembangunan dari hutang ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi atau sebaliknya pertumbuhan ekonomi akan mempengaruhi hutang. Yang Hubungan 2 arah antara Hutang Luar Negeri dan PDB menggambarkan kondisi pembangunan ekonomi negeri ini yang sangat memprihatinkan, pembangunan ekonomi tidak berhasil bahkan terjerat ketergantungan Hutang Luar Negeri.
Data penelitian ini menunjukkan bahwa Hutang Luar Negeri mengalami tendensi yang terus meningkat, sebaliknya nilai kurs rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan (devaluasi/depresiasi). Arti dalam pengujian ini, bahwa Hutang Luar Negeri mengakibatkan devaluasi rupiah, kemudian devaluasi ini akan meningkatkan Hutang Luar Negeri atau sebaliknya. Hasil ini semakin memperkuat pembahasan di atas, bahwa pembangunan ekonomi yang dibiayai dengan Hutang Luar Negeri adalah tidak berhasil, bahkan membuat semakin terpuruknya perekonomian.
PENUTUP
Dengan demikian, hasil pengujian kausalitas antara hutang luar negeri terhadap PDB dan Kurs, menunjukkan ketergantungan pembiayaan pembangunan ekonomi dengan hutang luar negeri tidak menjadikan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga terpuruknya perekonomian.
Perkembangan jenis penjaminan dewasa ini telah bertambah dengan diundangknnya UU No. 9 tahun 2006 tentang Resi Gudang (UU Resi Gudang) UU Resi gudang ini mengatur mengenai resi gudang sebagai bukti kepemillikan atas barang yang disimpan di gudang dan dapat dialihkan, dijadikan jaminan utang, atau digunakan sebagai dokumen penyerahan barang. Penulis menganalisis persamaan dan perbedaan resi gudang sebagai jaminan hutang dengan sistem penjamin hutang lainnya seperti Gadai dan penjaminan Fudisia.
MASALAH
·Apakah resi gudang ini dapat memberikan jaminan terhadap penerima hak jaminan resi gudang?
·Bagaimanakah pengaturan resi gudang sebagai suatu pinjaman hutang?
·apakah lebih identik dengan system penjaminan lainnya seperti gadai atau fidusia ?
TUJUAN
1.Menelusuri dan menganalisis bentuk penjaminan dengan menggunakan resi gudang dalam resi gudang dalam sistem hukum penjaminan di Indonesia.
2.Untuk menganalisis dan mengetahui efektifitas dari lembaga penjaminan resi gudang dapat memberikan hasil buminya (komoditinya) sebagai jaminan untuk mendapatkan kredit.
3.Memahami dan menjelaskan kekuatan hokum dari resi gudang sebagai jaminan hutang, persamaan dan perbedaannya dengan lembaga penjamin lainnya yang berlaku di Indonesia.
METODELOGI PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan penelitian hokum normative yang menggunakan analisis kualitatif, yaitu mengkaji kualitas suatu norma hukum itu sendiri yang diambil dari bahan hokum primer berupa perundangan-undangan yang berlaku sehubungan dengan resi gudang yang ada d Indonesia dan hukum sekunder berupa buku-buku dan hasil penelitian serta pendapat para pakar sehubungan dengan kekuatan hukum resi gudang sebagai jaminan hutang .
HASIL PENELITIAN
1.Gadai dan Fidusia
Jaminan atas suatu pemberian pemberian pembiayaan didasarkan pada perikatan yang dibuat antara para pihak , perjanjian penjaminan merupakan perjanjian ikutan/bawaan dari suatu perjanjian utang piutang, sehingga dasar adanya penjaminan tersebut adalah karena adanya perjanjian utamanya dengan demikian juga perjanjian utamanya terhapus maka perjanjian penjaminan juga akan secara otomatis akan berakhir.
Gadai , Fidusia dan Resi Gudang merupakan sistem penjaminan yang memiliki objek penjaminan yang sama yaitu benda bergerak, sehingga kita patut melihat dasar perbedaan dari sistem penjaminan yang memiliki objek sama ini.
2.Resi Gudang Sebagai Jaminan Hutang
Sama halnya dengan sistem jaminan gadai dan fidusia, lembaga penjaminan resi gudang juga merupakan lembaga penjaminan dengan objek jaminan adalah benda bergerak yaitu komoditi yang disimpan dalam gudang penyimpanan.
Pasal 14 UU Resi Gudang jo. Pasal 16 PP Resi Gudang merupakan dasar yang menetapkan bahwa resi gudang dapat dibebani Hak Jaminan untuk pelunasan hutang, Penerima hak jaminan resi gudang memiliki kedudukan yang diutamakan terhadap kreditor lainnya dan setiap resi gudang yang diterbitkan hanya dapat dibebani satu jaminan hutang.
Pembebanan hak jaminan terhadap resi gudang dibuat dengan perjanjian penjaminan, hak jamin ini akan terhapus karena :
a) hapusnya utang pokok yang dijamin dengan hak jaminan; dan
b) pelepasan hak jaminan oleh penerima hak jaminan.
PENUTUP
Kesimpulan
Ciri dan bentuk serta pengaturan dari resi gudang sebenarnya jika kita bandingkan tidak jauh dengan bentuk penjaminan lainnya khususnya lembaga penjaminan gadai, karena memiliki karakteristik yang hamper sama, yaitu penjaminan berupa benda bergerak, kekuasaan jaminan ada pada penerima penjaminan atau pihak ketiga perbedaan pada pengaturannya yang melalui badan registrasi sedangkan gadai yang diatur dalam KUHP dalam hal tertentu tidak dibutuhkan pendaftarannya.
Saran
Pada hak eksekusi terdapat kelemahan dalam pengaturan resi gudang ini bahwa tidak ada title eksekutorial terhadap sertifikat jaminan resi gudang walaupun kedudukan pemegang hak jaminan resi gudang menduduki posisi sebagai kreditor istimewa yang didahulukan yang dapat melakukan lelang umum atau menjual sendiri jaminan tersebut tetapi harus dengan pemberitahuan kepada pemberi jaminan.
Boston, Mematikan lampu saat tidur malam tidak hanya menghemat tagihan listrik, tetapi juga baik untuk kesehatan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidur dalam kondisi kamar terang benderang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Joshua Gooley, ahli kesehatan dari Harvard Medical School di Boston. Dalam eksperimen yang dilakukan 5 hari berturut-turut tersebut, Gooley melibatkan 116 partisipan berusia antara 18-30 tahun.
Para partisipan dibagi menjadi 2 kelompok, salah satunya dikondisikan untuk berada di ruangan yang terang benderang selama 8 jam sebelum tidur. Kelompok yang lain ditempatkan di ruangan yang lebih redup dengan durasi yang sama yakni 8 jam.
Hasil pemeriksaan sampel darah yang diambil tiap 30 menit menunjukkan produksi hormon melatonin turun 50 persen pada partisipan yang berada di ruangan terang. Hormon ini mengatur jam biologis yang berhubungan dengan siklus antara tertidur dan terbangun.
Selain memicu rasa kantuk, melatonin juga berhubungan dengan beberapa jenis penyakit serius. Reseptor melatonin yang terletak di saraf disebut-sebut bisa meningkatkan risiko kanker dan diabetes tipe 2 jika aktivitasnya berkurang.
"Hasil penelitian ini memberikan dampak besar bagi pekerja malam yang terpapar cahaya sepanjang malam lalu tidur siang saat matahari bersinar terang," ungkap Gooley seperti dikutip dari Healthday, Senin (17/1/2011).
Meski demikian, Gooley belum bisa menjelaskan dengan pasti hubungan antara aktivitas reseptor melatonin dengan peningkatan risiko kanker dan diabetes. Mekanisme yang menyebabkan keduanya saling berhubungan baru akan diungkap dalam penelitian Gooley selanjutnya.
Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dalammelaksanakan tugas dan wewenangnya. dimulai ketika sebuah undang-undang baru, yaitu UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999 dan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 6/ 2009. Undang-undang ini memberikan status dan kedudukan sebagai suatu lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan Pemerintah dan/atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini.
Bank Indonesia mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang tersebut. Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia, dan Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun.
Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien.
:: Sebagai Badan Hukum
Status Bank Indonesia baik sebagai badan hukum publik maupun badan hukum perdata ditetapkan dengan undang-undang. Sebagai badan hukum publik Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan-peraturan hukum yang merupakan pelaksanaan dari undang-undang yang mengikat seluruh masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Sebagai badan hukum perdata, Bank Indonesia dapat bertindak untuk dan atas nama sendiri di dalam maupun di luar pengadilan.
yang namanya mahasiswa, gak jauh jauh sama yang namanya karya tulis ilmiah, jurnal penelitian, dll .. gimana caranya supaya penulisan gak ngebosenin, mudah, dan menenangkan ?
yuukk disimak tulisan di bawah ini, yang saya copas dari seorang bloger ..
PANDUAN MEMBUAT PROPOSAL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI) DAN SKRIPSI DENGAN MUDAH DAN MENYENANGKAN
Posted on 5 Januari 2009 by andaners
Penulisan karya tulis ilmiah merupakan tugas akhir seorang mahasiswa apabila ingin menyelesaikan suatu jenjang pendidikan. Sayangnya tidak semua mahasiswa paham, mengerti cara melakukan penelitian. Bahkan banyak mahasiswa yang memiliki nilai A pada mata kuliah metodologi penelitian, akan tetapi mengalami kesulitan pada saat dia harus menuangkan kedalam sebuah tulisan. Tulisan yang baik tentunya tidak hanya dimengerti oleh pembuatnya akan tetapi yang lebih penting dapat menyampaikan informasi kepada pembaca apapun tingkat pendidikan dan profesinya.
Mengapa banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam membuat sebuah rencana penelitian?
Jawabanya, penelitian bukan cuma sebuah mata kuliah yang harus dihapalkan, lebih dari itu yaitu perilaku atau tindakan yang memerlukan pengetahuan dan keterampilan.
Mengapa pengetahuan?
Pengetahuan diperlukan untuk membuat konsep atau rancangan yang abstrak atau tidak nyata, sedangkan yang dimaksud dengan keterampilan adalah kemampuan merealisasikan atau menuliskan konsep yang telah dipikirkan menjadi sebuah hurup, kata, kalimat, paragraf, bab, dan laporan.
Mengapa kedua-duanya harus ada?
Apakah tidak cukup nilai yang baik pada matakuliah prasyarat sebelumnya?
Jawabannya adalah pernahkah anda mengalami atau mendengar pembicaraan seorang mahasiswa yang mengalami kesulitan menuliskan kata-kata padahal menurut dia idenya sudah ada di kepala? Pernahkan anda mengalami atau melihat seorang mahasiswa yang sudah duduk didepan komputer dengan posisi siap mengetik, akan tetapi detik demi detik bahkan jam mungkin juga hari ternyata tidak satu kalimat pun yang berhasil ditulis.
Mungkin juga anda pernah mendapatkan atau mengalami sendiri, ide yang ada dikepala ternyata berbeda dengan apa yang dituliskan dikertas. Sehingga bukan hanya orang lain yang membaca, anda sendiri merasa tidak mengerti apa isi dari tulisan anda dan lebih parah lagi anda merasa tidak pernah menuliskan kalimat demi kalimat yang sedang anda baca.
Sebenarnya langkah dalam membuat rencana penelitian atau prosposal penelitian tidak ada bedanya dengan aktivitas keseharian kita.
Loh kok bisa?
Maksudnya begini. Coba anda bayangkan langkah-langkah yang akan anda lakukan pada saat anda akan berganti pakaian setelah anda selesai mandi pagi. Sudah barang tentu yang harus anda bayangkan adalah urutannya atau pakaian mana yang harus terlebih dahulu dipakai. Sebelum langkah tersebut pasti anda sudah menentukan pakaian yang mana yang akan dipergunakan pada hari itu. Pemilihan pakaian pasti akan anda sesuaikan dengan mau kemana anda. Kembali pada langkah memakai baju, anda akan menggunakan pakaian dalam terlebih dahulu kemudian baru pakaian yang lebih luar. Apabila anda memakai pakaian luar di bagian dalam dan pakaian dalam diluar, analisis saya adalah: itu tidak dilakukan oleh orang normal kecuali anda memang superman.
Apa hubungan antara saya menjelaskan cara menggunakan pakaian dengan proposal penelitian?
Memang tidak ada hubungan langsung kecuali anda harus berpakaian pada saat membuat proposal kalau tidak mau masuk angin…he..he.
Begini, berpakaian yang ternyata memiliki langkah-langkah, akan tetapi karena sering berpakaian sehingga kita tidak sadar bahwa urutan itu ada. Pembuatan proposal penelitian pun sama, ada langkah-langkahnya. Dengan kata lain pembuatan proposal penelitian harus dilakukan dengan sistematis. Betul, salah satu ciri sebuah karya ilmiah adalah ada unsur sistematis.
Yah…dari dulu saya juga tahu bahwa ada langkahnya… itu mungkin pernyataan yang muncul dalam benak anda pada saat menbaca ini. Bagus, kalau anda menyadarinya. Dengan demikian anda pasti mengetahui apa yang harus ada kerjakan pertama kali sebelum melakukan pekerjaan lain.
Baiklah karena kita sama-sama telah mengetahui bahwa penelitian itu membutuhkan langkah-langkah yang sistematis, maka saya akan menjelaskan dengan bahasa sederhana setiap langkah yang anda harus lewati apabila anda akan membuat suatu proposal penelitian. Serius Nih….. tadi?
Langkah Pertama: Mencari Masalah Penelitian dan pertanyaan penelitian.
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh calon peneliti pada saat akan merencanakan sebuah proposal penelitian adalah mencari masalah penelitian dan pertanyaan penelitian.
Pasti muncul pertanyaan pada benak anda, “bukankah judul itu lebih penting?”
Kembali ke cara anda berpakaian. Bukankah langkah pertama pada saat anda berpakaian karena anda tidak berpakaian, pakaian anda kotor atau mungkin pakaian yang ada pakai tidak sesuai dengan acara yang akan diikuti. Anggaplah masalah utamanya adalah anda tidak berpakaian.
Dari mana anda menyatakan masalahnya adalah tidak berpakaian?
Secara konsep, masalah adalahpenyimpangan antara harapan dan kenyataan.
Harapannya anda harus berpakaian apabila tidak mau menderita masuk angin, sementara pada saat itu anda tidak berpakaian sehingga kemungkinan besar anda akan masuk angin kalau tidak memakai pakaian. Dengan demikian masalah timbul yaitu anda tidak berpakaian.
Lalu hubungannya dengan pertanyaan penelitian?
Setelah anda menyadari anda tidak berpakaian, maka timbul pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1.Bagaimana kalau saya tidak berpakaian?
2.Pakaian apa yang cocok dengan saya?
3.Apa yang harus saya pertimbangkan dalam memilih pakaian?
4.Apakah ada hubungan antara berpakaian dengan masuk angin?
5.Bagaimana persepsi masyarakat jika saya tidak berpakaian?
6.Dan sebagainya.
Ternyata dari satu masalah kita mendapatkan lebih dari satu pertanyaan. Begitu pula pada saat anda mendapatkan masalah penelitian maka anda akan mendapatkan banyak sekali pertanyaan penelitian.
Satu pertanyaan penelitian minimal bisa anda jadikan satu judul penelitian.
Dengan demikian langkah pertama anda adalah mencari masalah penelitian.
Kemudian muncul kembali pertanyaan anda, darimana saya mendapatkan masalah penelitian?
Pada saat menemukan masalah karena tidak berpakaian maka sebenarnya anda mendapatkan itu pengetahuan sebelumnya dari:
1. Pengalaman sendiri, mungkin anda pernah masuk angin akibat tidak berpakaian.
2. Orang lain, orang lain menyatakan bahwa kalau tidak berpakaian maka anda akan masuk angin.
3. Buku, apabila anda membaca buku cara berpakaian sesuai dengan acara resmi maka anda akan memilih pakaian sesuai dengan acara tersebut.
4. Penelitian, mungkin juga anda membaca hasil penelitian orang lain bahwa ada hubungan antara tidak berpakaian dengan masuk angin.
Kaitannya dengan cara mendapatkan masalah?
Masalah penelitian anda akan dapatkan dari:
1. Pengalaman sendiri, misalnya anda sebagai petugas kesehatan tentuanya anda akan mendapatkan kesenjangan antara harapan dan kenyataan atau teori dengan kenyataan dan itulah masalah.
2. Orang lain, anda bergaul dengan orang lain tentunya orang yang ahli dibidangnya. Orang tersebut menyatakan ada masalah, dan anda mengambil masalah itu menjadi masalah penelitian anda.
3. Buku, tuntunan dari Allah SWT yang menyuruh kepada Nabi Muhammad SAW yang tidak dapat membaca adalah Ikro, Ikro, Ikro….Baca, Baca, Baca… Bacalah dengan nama Tuhanmu. Dengan membaca anda akan mendapatkan permasalahan, jadi Bacalah…
4. Penelitian, anda dapat membaca hasil penelitian orang lain dan disana anda mendapatkan masalah yang direkomendasikan oleh peneliti. Bisa juga anda melakukan penelitian kecil (small research) terkait sebuah topik yang anda senangi dan dari sana anda akan mendapatkan masalah.
Mudahkan? He he …
Alhamdulilah…
Setelah langkah pertama selesai maka anda akan menuju langkah selanjutnya yaitu menuliskan isi fikiran / masalah yang anda temukan dalam sebuah proposal penelitian:
Untuk menyamakan presepsi juga struktur ini dari proposal penelitian bagi mahasiswa STIKES BINA GENERASI, maka komponen pada pembuatan proposal penelitian merujuk pada buku panduan penyusunan dan penulisan karya tulis ilmiah dan skripsi yang dikeluarkan oleh institusi STIKes Biges pada halaman 7-8. Dimana secara garis besar memuat beberapa hal pokok yang akan saja jelaskan.
Latar belakang merupakan pembenaran (justifikasi) terhadap pemilihan masalah penelitian. Dalam latar belakang calon peneliti memaparkan:
1. mengapa penelitian tersebut harus dilakukan?
2. bagaimana kalau tidak dilakukan penelitian?
3. bagaimana kalau dilakukan penelitian?
Pada saat menjelaskan mengapa penelitian dilakukan, calon peneliti harus menjelaskan fenomena/masalah yang ada dilapangan sehingga menyebabkan perlunya untuk dilakukan penelitian. Dalam menjelaskan masalah, calon peneliti harus membandingkan antara harapan atau teori dengan kenyataan yang ada sehingga timbul kesenjangan (masalah). Fenomena yang ada dapat diperoleh dari:
1. hasil penelitian pendahuluan (small research)
2. hasil penelitian orang lain
3. instansi lain yang sesuai
4. pengalaman calon peneliti
Data atau fenomena tersebut disusun dengan menggunakan metode deduktif atau induktif (dari umum ke khusus atau dari khusus ke umum). Contoh menggunakan metode deduktif. Dalam kesempatan ini calon peneliti ingin menjelaskan data yang berasal dari organisasi kesehatan dunia, dinas kesehatan kabupaten, dinas kesehatan provinsi, departemen kesehatan, rumah sakit kabupaten atau kota, dan unit tertentu di rumah sakit kabupaten atau kota/puskesmas/masyarakat. Maka pada saat menuliskan calon meneliti mengurutkan data atau fenomena dari:
1. World Health Organization (WHO) (Dunia)
2. Depatemen Kesehatan (Indonesia)
3. Dinas Kesehatan Provinsi (Provinsi)
4. Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota (Kabupaten atau Kota)
5. Rumah Sakit/Puskesmas/Masyarakat
6. Unit Tertentu dari Rumah Sakit/Puskesmas/Masyarakat
Selanjutnya setelah menampilkan fenomena tersebut calon peneliti mengungkapkan masalah atau kesenjangan yang ada, dengan cara membandingkan antara harapan dan kenyataan. Hasil perbandingan tersebut menunjukan adanya kesenjangan yang harus dicari jalan pemecahannya. Salah satu pemecahannya adalah perlunya penelitian dilakukan untuk menjawab masalah tersebut. Setelah itu peneliti juga memberikan alasan apabila penelitian tidak dilakukan dan apabila penelitian dilakukan.
Contoh: Judul Penelitian “Hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan ketaatan memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali”
Selanjutnya adalah menuliskan Rumusan Masalah penelitian
Masalah penelitian merupakan masalah yang akan dicari jawabannya melalui penelitian yang akan dilakukan. Masalah penelitian ditulis dalam bentuk kalimat tanya.
Contoh:
Bagaimana hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan ketaatan memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali?
Selanjutnya adalah menyampaikan tujuan penelitian
Tujuan Umum
Tujuan umum merupakan tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini dengan kata lain tujuan akhir dari penelitian ini.
Contoh:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan keataatan memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali.
Tujuan Khusus
Tujuan khusus merupakan tujuan yang ingin dicapai melalui variabel independen dan dependen. Apabila ada sub variabel dari independen maupun dependen maka dibuat juga dalam tujuan khusus.
Contoh:
Tujuan khusus dari penelitian ini adalah:
a. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu hamil yang memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Polewali
b. Mengidentifikasi ketaatan ibu hamil yang memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Polewali
c. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu hamil dan memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Polewali berdasarkan tingkat pendidikan
d. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu hamil dan memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Polewali berdasarkan usia
e. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu hamil dan memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Polewali berdasarkan paritas
f. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu hamil dan memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Polewali berdasarkan tingkat sosial ekonomi
Tahap Selanjutnya adalah Manfaat Penelitian:
Dalam menjelaskan manfaat penelitian calon peneliti harus menjelaskan manfaat dari penelitian yang akan dilakukan terhadap calon peneliti, profesi calon peneliti, tempat penelitian, instansi calon peneliti kalau mungkin manfaat untuk penelitian selanjutnya. Penjelasan tentang manfaat penelitian harus ditulis secara spesifik, artinya manfaat tersebut adalah manfaat dari penelitian yang akan dilakukan bukan dari yang lain.
Contoh:
1. Manfaat untuk peneliti
Melalui penelitian ini peneliti dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran terutama tentang hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan ketaatan dalam memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali
2. Manfaat untuk profesi keperawatan
Melalui penelitian ini diharapkan dapat menambah memperkaya keilmuan dalam keperawatan terutama keperawatan maternitas tentang hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan ketaatan dalam memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali.
3. Manfaat untuk tempat penelitian
Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi Rumah Sakit Umum Polewali terkait dengan hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan ketaatan dalam memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali.
4. Manfaat untuk Stikes Bina Generasi Polewali Mandar
Penelitian ini dapat dipergunakan sebagai literatur ilmiah dalam bidang keperawatan maternitas terutama dalam hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan ketaatan dalam memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali.
5. Manfaat untuk penelitian selanjutnya
Penelitian ini dapat dipergunakan sebagai bahan dalam melanjutkan penelitian terkait dengan hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan ketaatan dalam memeriksakan diri selama kehamilan di Rumah Sakit Umum Polewali.
Selanjutnya Metode Penelitian:
Berikut ini contoh dari metode penelitian, akan tetapi setiap penelitian mempunyai metode-metode yang berbeda sesuai dengan tujuan yang ingin di capainya. Metode penelitian adalah cara penelitian itu dilakukan. Biasanya Metode penelitian terdiri dari:
1. Jenis Penelitian
2. Tempat Penelitian
3. Waktu Penelitian
4. Populasi, sampel dan sampling
5. Instrumen penelitian
6. Rencana analisa
7. Etika Penelitian Jenis Penelitian
Jenis penelitian dapat menunjukan sebuah cara memandang sebuah penelitian berdasarkan cara pandang tertentu. Misalnya: Jenis penelitian berdasarkan jenis data yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian dilihat dari cara pendekatan yaitu cross sectional (potong lintang) dan longitudinal. Jenis penelitian dilihat dari hubungan antar variabel yaitu deskriftif, korelasional, komparasi. Tempat Penelitian
Tempat penelitian menunjukan dimana penelitian akan dilakukan. Disini calon peneliti harus secara lengkap menjelaskan tentang rencana penelitian akan dilakukan. Apabila tempat penelitian dilakukan di lebih dari satu tempat maka calon peneliti harus menjelaskan dimana saja penelitian tersebut. Waktu Penelitian
Dalam menjelaskan waktu penelitian, calon peneliti harus menjelaskan dari mulai perencanaan sampai dengan publikasi. Kebanyakan calon peneliti mengambarkan waktu penelitian dalam bentuk tabel rencana penelitian. Populasi,
Dalam menjelaskan populasi, calon peneliti harus menjelaskan berapa besar populasi yang menjadi target dalam penelitian tersebut. Target populasi adalah populasi yang akan digunakan untuk melakukan generalisasi dari sebuah penelitian. Sampling
Dalam menjelaskan sampling calon peneliti dengan cara apa mengambil sampel. Dalam menentukan jenis sampling seorang peneliti harus mempertimbangkan populasi target, metode penelitian, dan jenis pendekatan. Sampel
Dengan menggunakan tehnik sampling yang baik calon peneliti dapat menentukan ukuran sample dari sebuah penelitian. Sample merupakan subjek penelitian yang terlibat langsung dalam penelitian. Hasil dari sample tersebut pada akhir penelitian akan digeneralisasi pada populasi target. Instrumen Penelitian
Validitas
Reliabilitas Jenis Data
Data Primer dan Data Sekunder Rencana Analisis Data
Univariat
Tujuan dari analisis univariat (deskriftif) adalah menjelaskan / mendeskripsikan karakteistik masing-masing variabel yang diteliti. Pada dasarnya analisis ini digunakan untuk meringkas data menjadi ukuran tengah dan ukuran variasi. Ringkasan tersebut selanjutnya dibandingkan dengan gambaran dari subjek yang lain. Dalam meringkas data numerik ukuran tengah yang biasa dipergunakan adalah mean, median, dan modus. Sedangkan nilai tengah diantaranya range, jarak inter quartil, standar deviasi.
Bivariat
Analisis ini digunakan untuk menghuji hubungan atau pengaruh dari dua buah variabel. Jenis uji bivariat disesuaikan dengan jenis data dari masing-masing variabel. Etika Penelitian
Dalam menjelaskan etika penelitian calon peneliti harus menjelaskan masalah etik yang mungkin terjadi. Masalah etik tersebut dijelaskan oleh calon peneliti secara jelas termasuk cara mengatasi masalah etik tersebut.
Beberapa masalah etik yang biasa terjadi dalam penelitian adalah: hak untuk self determination; hak terhadap privacy dan martabat; hak terhadap anonymity dan confidentiality; hak untuk mendapatkan penanganan yang adil; dan hak terhadap perlindungan dari ketidaknyamanan atau kerugian. Hak self determination memberikan otonomi kepada subjek penelitian untuk membuat keputusan secara sadar, bebas dari paksaan untuk berpartisipasi atau tidak berpartisipasi dalam penelitian ini atau untuk menarik diri dari penelitian ini. Sedangkan hak terhadap privacy dan dignity memberikan kesempatan kepada subjek penelitian untuk menentukan waktu, dan situasi dimana dia terlibat. Dengan hak ini pula informasi yang didapatkan di subjek penelitian tidak boleh dikemukakan kepada umum tanpa persetujuan dari yang bersangkutan. Sementara itu hak anonymity dan confidentiality didasari atas hak kerahasiaan, subjek penelitian memiliki hak untuk tidak ditulis namanya atau anonim dan memiliki hak untuk berasumsi bahwa data yang dikumpulkan akan dijaga kerahasiaanya.
Alhamdulillah….
Semoga catatan kecil ini bisa sedikit membantu anda…..
Amien…. Segala puji bagi allah swt yang menguasai langit dan bumi….
Bank adalah salah satu lembaga perantara keuangan yang didirikan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan berbagai jasa lainnya. Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupaka kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito.Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat. Kegiatan menghimpun dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.
Tujuan Jasa Perbankan
Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Jasa perbankan pada umumnya terbagi atas dua tujuan. Pertama, sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi nasabah.Untuk ini, bank menyediakanuang tunai, tabungan, dan kartu kridit. Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang efesien ini, maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu. Kedua, dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif.Bila peran ini berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan menngkat. Tanpa adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang, orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman.
Jasa-jasa Perbankan
Jasa – jasa ini diberikan untuk mendukung kelancaran menghimpun dan menyalurkan dana, baik yang berhubungan langsung dengan kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak langsung. Jasa perbankan lainnya antara lain sebagai berikut.
Jasa setoran seperti setoran listrik, telepon, air, atau uang kuliah
Jasa pembayaran seperti pembayaran gaji, pensiun, atau hadiah
Jasa pengiriman uang ( transfer )
Jasa penagihan (inkaso)
Kliring
Penjualan mata uang asing
Penyimpanan dokumen
Jasa cek wisata
Kartu kredit
Jasa – jasa yang ada di pasar modal seperti pinjaman emisi dan pedagang efek.
Apa yang Anda lakukan untuk mencegah atau menghindari penyakit jantung ???? mungkin Anda sudah menghentikan kebiasaan merokok, makan makanan yang sehat, mengurangi berat badan, mengkonsumsi banyak sayur dan buah, mengurangi konsumsi kolesterol, dan berolahraga secara teratur.
Tetapi ada satu lagi cara untuk menghindari penyakit/serangan jantung yang mungkin Anda lupakan yang ternyata sangat mudah dan tidak perlu uang sepeserpun !!!!! ………Salah satu rahasia penting untuk menjaga jantung adalah selalu bahagia, demikian anjuran para peneliti di Columbia University yang menghajat penelitian tentang kaitan bahagia dengan kesehatan jantung.
Studi yang mereka lakukan membuktikan, tingkat kebahagiaan lebih dari 1.700 orang dewasa di Kanada signifikan dengan tak adanya masalah jantung pada mereka di tahun 1995. Setelah satu dekade, mereka memeriksa 145 orang yang mulai mengalami masalah jantung dan menemukan orang-orang bahagia jarang mengalami serangan jantung. Studi ini dipublikasikan secara online pada hari Kamis di European Heart Journal.
‘Jika secara alami Anda bukan orang yang bahagia, coba saja bertindak seperti dan menjadi orang yang berbahagia,” kata Dr Karina Davidson dari Columbia University Medical Center, pimpinan penelitian. Davidson dan rekan-rekannya menggunakan lima poin skala untuk mengukur kebahagiaan orang. Mereka kemudian memasukkan hitung-hitungan statistik untuk menghitung korelasi hal-hal seperti umur, jenis kelamin, dan kebiasaan merokok.
Untuk setiap titik pada skala kebahagiaan, orang-orang 22 persen lebih rendah memiliki masalah jantung. Davidson mengatakan, orang-orang bahagia cenderung memiliki gaya hidup yang lebih sehat. Jadi berbahagialah dengan hidup Anda. Atau jika belum, cobalah untuk mensyukuri sekecil apapun nikmat yang kita dapat dan berbahagialah!
Jadi tunggu apa lagi? Rasakanlah kebahagian setiap saat apapun keadaan Anda saat ini …..